
HALMAHERA BARAT – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) resmi menetapkan status Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor selama satu pekan ke depan. Langkah ini diambil setelah bencana alam melanda lima kecamatan yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Barat, James Uang, di ruang kerjanya pada Kamis (8/1/2026).
“Hingga hari ini tercatat dua korban jiwa, yakni seorang nenek dan cucunya yang tertimpa reruntuhan rumah. Total warga terdampak mencapai 3.444 jiwa dari lima kecamatan,” ungkap James Uang usai rapat.
Pengelolaan Bantuan Satu Pintu Guna memastikan distribusi logistik tepat sasaran, Pemkab Halbar membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Penanganan Bencana dan Pengungsi. Bupati menegaskan bahwa seluruh bantuan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun pihak swasta, akan dikelola melalui sistem satu pintu.
“Penyaluran bantuan sudah dimulai hari ini dan akan terus ditambah besok, termasuk dukungan logistik dari pengusaha swasta,” tambahnya.
Ketua Satgas Tanggap Darurat, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi, menjelaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah memulihkan akses transportasi yang lumpuh.
“Fokus kami adalah membuka jalan yang tertutup longsor, terutama di wilayah Kecamatan Loloda, agar warga tidak terisolasi dan bantuan bisa masuk dengan lancar,” tegas Jani.
Di sisi keamanan, Kapolres Halmahera Barat sekaligus Wakil Ketua Satgas, AKBP Teguh Patriot, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga pelayanan administrasi bagi warga terdampak.
“Kami membuka layanan administrasi bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat banjir atau longsor. Silakan melapor ke Satgas atau Polres agar proses pengurusan surat berharga bisa dikoordinasikan cepat dengan dinas terkait,” pungkas AKBP Teguh.