1.000 Paket Sembako Kemensos Tiba, Korban Banjir-Longsor Halbar Terima Bantuan

HALBAR – Kementerian Sosial Republik Indonesia menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat. Bantuan diterima langsung oleh Bupati James Uang bersama jajaran terkait, Selasa (24/2/2026).

Bantuan logistik tersebut diserahkan secara simbolis di kantor bupati, disaksikan Sekretaris Daerah Halbar, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemda Halbar.

Usai penyerahan, Bupati bersama rombongan bergerak menuju lokasi terdampak untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai sasaran. Salah satu titik penyaluran dilakukan di Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur.

Perwakilan Kemensos RI, Beni Sujanto, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari mandat penanganan bencana, khususnya penyediaan logistik bagi warga terdampak.

“Dari total 1.000 paket sembako, sebanyak 948 paket disalurkan langsung kepada para pemintas, sementara sisanya ditempatkan di posko bencana untuk mendukung operasional kegiatan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah beserta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan darurat bencana.

“Kami berterima kasih atas respons dan pergerakan yang telah dilakukan sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati James Uang menyampaikan apresiasi kepada Kemensos RI dan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara atas dukungan yang terus diberikan kepada Halmahera Barat.

“Sebagai pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih. Dalam beberapa tahun terakhir Halbar kerap dilanda bencana, dan bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi sangat membantu masyarakat kami,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh pimpinan OPD telah terlibat aktif dalam masa tanggap darurat, termasuk turun langsung ke lapangan untuk menangani kebutuhan para pengungsi.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah masih menghadapi kondisi pengungsian, terutama di Kecamatan Loloda.

“Sampai hari ini masih terdapat warga yang mengungsi, dan ada desa yang dinilai sudah tidak layak untuk kembali dibangun,” tandasnya. (Ul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *