
HALBAR–Infrastruktur wisata Rapa Pelangi di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, masih menghadapi berbagai persoalan. Jembatan utama yang menjadi akses pengunjung belum juga diperbaiki, sementara sejumlah cottage yang dibangun sebelumnya dalam kondisi rusak.
Kepala Dinas Pariwisata Halbar, Fenny Kiat, menjelaskan perbaikan jembatan terkendala karena anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim, belum cair pada tahun ini.
“Karena Pokir belum cair, sampai saat ini belum ada progres perbaikan,”ujarnya feny, Rabu (17/09).
Selain akses jembatan, fasilitas penunjang berupa cottage lama dinilai tidak layak digunakan. Beberapa di antaranya memiliki toilet di luar ruangan, sehingga kurang diminati wisatawan, khususnya perempuan.
“Wisatawan tentu lebih nyaman jika toilet berada di dalam cottage, sehingga standar fasilitas perlu ditingkatkan,”tambahnya.
Tahun ini, Dinas Pariwisata berencana membangun dua unit cottage baru serta merenovasi sebagian fasilitas lama. Pihaknya juga menargetkan pembangunan restoran di kawasan wisata tersebut melalui anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), setelah sebelumnya gagal terealisasi lewat Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, sektor pariwisata Halbar tetap menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rapa Pelangi telah mencapai 99 persen dari target Rp700 juta.
Seorang pekerja di lokasi menyebutkan, sebagian titik jembatan sudah diperbaiki, meski belum seluruhnya.
“Yang di depan cottage dan jembatan menuju WC sudah diperbaiki, tapi jembatan ke kantin masih rusak,”pungkasnya.